Kamis, 09 Januari 2014

Bulan Safar.

Bulan Safar.

Bulan Safar adalah bulan dari bulan sunnah. Nabi s.a.w menamakannya Safar al-Khair. Bulan Safar juga merupakan bulan di mana Allah menurukan Kemarahan dan Hukuman ke atas dunia. Banyak kaum yang terdahulu yang tidak percaya kepada Allah dan Rasul telah lenyap pada bulan ini..

Wahai saudaraku telah kita sama sama ketahui, bahwa banyak ulama yang menyatakan adanya hari rabu terakhir bulan shafar, yang dimana Allah menurunkan bala’nya dalam setahun diturunkan dalam waktu 1 hari yakni di hari rabu terakhir bulan shafar. Banyak ulama yang menuliskan berbagai amalan yang dapat dilakukan dihari itu. Ingat lah wahai saudaraku ini hanyalah masalah furu’iyyah atau ibadah, bukanlah masalah uluhiyyah yang harus diperdebatkan. Tetapi inilah para ulama yang memberikan sebagian yang tidak ketahui dan ulama mengetahuinya Dan kita sama mengetahui dalam al qur’an allah berfirman ” al ulama warosatul anbiya (ulama ulama itu merupakan pewaris para nabi).Jadi gelar ulama itu bukan dari manusia tetapi dari Allah swt dan dari Nabi muhammad saw. Maka benarlah apa yang mereka tulis apa yang mereka karang semata mata itu berasal dari Rasulullah saw dan semata mata untuk mengajak umat untuk dekat kepada Allah swt.

Hari rabu terakhir bulan tepat pada tahun ini bertepatan dengan malam tahun baru bulan masehi, yakni tanggal 31 desember 2013 atau malam tanggal 1 januari 2014 bertepatan dengan tanggal 29 shofar 1435 H yakni malam ini. Baru di tahun inilah hari terakhir dari pada rabu bulan shafar terjadi berbarengan dengan malam tahun baru, maka dari itu atas izin dari guru al faqir sayyidil walid al ustadz Muhammad Fitriadi arsyad, al faqir menuqilkan beberapa adab dan amalan yang di kerjakan pada hari rabu terakhir bulan shafar yang diberikan oleh guru al faqir yang di tuqil dari beberapa kitab ulama, diantaranya:
1. kitab Kanzun Najah was-Suraar fi Fadail al-Azmina wasy-Syuhaar karangan al imam al ‘alamah asysyeikh abdul hamid al quds, beliau merupakan imam dan mufti masjidil haram makkah almukarromah.
2. Kitab Nurun 'Uyun karangan : As-Syeikh Al-Imam Al-'Allamah Al-Muhaqqiq Syamsiddin Abi Abdillah Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Saidinnas.
3. Kitab Al-Futuhat Al-Haqqaniya karangan al imam asysyeikh adnan alkabbani
4. Kitab As Sab’iyyaatu fil Mawaa’idhil Barriyyat karya Al Imam Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdurrahman Al-Hamdaani.
5. kitab Al Jawahir Al Khoms karangan As Syeikh Al Kamil Fariduddin
6. kitab Al-Awrad Al-Khawarija karangan asy Syekh Mu’inuddin
7. kitab karunia agung di bulan bulan agung dari Allah yang maha agung karangan al imam sayyidinal habib ahmad bn naufal bn salim bn ahmad bn jindan bn syeikh abu bakar bn salim pengasuh ma’had al fachriyyah dan pemimpin daripada majlis Rasulullah saw.
8. Kitab al ad’iyyatul hasanah fiimaa yamurru ‘alal insan fiikulli sanah karangan muallim KH. Ubaidillah hamdan pimpinan dan pengasuh ma’had daarul musthofa muchtar.
9. Kitab Al-Bahjatul Mardhiyah karangan Syekh Muhammad bin Ismail Daud Al-Fathoni
Sebelum memasuki amalan hari rabu terakhir bulan shafar, sedikit penjelasan dari salah satu kitab diatas, yakni :

Allah berfirman :

إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي يَوْمِ نَحْسٍ مُسْتَمِرٍّ

Sesungguhnya kami telah menghembuskan kepada mereka angin sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus”.(Q.S. Al-Qomar : 19)
Yaitu hari Rabu, berdasar dalil yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a, ia berkata : “Rasulullah saw telah ditanya tentang hari rabu. Lalu Beliau saw menjawab : “Hari Rabu adalah hari nahas yang terus menerus”.
Mereka bertanya : “Kenapa bisa demikian, ya Rasulullah ?”.
Rasulullah saw menjawab : “Karena pada hari itu Allah telah menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya, memusnahkan kaum Aad dan Tsamud, yaitu kaum Nabi Sholeh”.
(Uraian): sebagian ulama’ mengatakan bahwa Allah telah membinasakan tujuh kaum yang kafir pada hari rabu dengan tujuh macam azab, mereka itu adalah :
pertama : Auj bin Unuq dibinasakan dengan burung Hudhud.
Kedua : Qorun dibinasakan dengan dibenamkan ke dalam tanah.
Ketiga : Fir’aun dan pasukannya dibinasakan dengan ditenggelamkan ke dalam sungai Nil.
Keempat : Namrud dibinasakan dengan nyamuk.
Kelima : Kaum Luth dibinasakan dengan batu.
Keenam : Syidad bin Aad dibinasakan dengan suara jeritan Jibril as.
Ketujuh : Kaum Aad dibinaskan dengan angin yang kencang.
Berkata para ulama dari kitab mereka yang penuh dengan kemulian dan ilmu yang bermanfaat: “Banyak Awliya Allah yang mempunyai Pengetahuan Spiritual telah menandai bahwa setiap tahun, 320 ribu penderitaan (Baliyyat) jatuh ke bumi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.” Hari ini dianggap sebagai hari yang sangat berat dibandingkan hari-hari lain sepanjang tahun. Beberapa ulama mengatakan bahwa ayat Alquran, “Yawma Nahsin Mustamir” yakni “Hari berlanjutnya pertanda buruk” merujuk pada hari rabu terakhir bulan shafar.
Maka diantara amalan amalan yang telah dirangkum dan tuliskan oleh para ulama yang dapat dilakukan dihari rabu terakhir bulan shafar yakni tepat pada tanggal 31 desember malam tanggal 1 januari 2014, diantaranya adalah :

1. Melakukan shalat sunnah lidaf’il bala sebanyak 4 Rakaat diwaktu dhuha atau ba’da shalat dhuha, yang setiap rakaatnya setelah surat Al fatihah membaca:

• Surat al kautsar 17x
• Surat al ikhalas 5x
• Surat al falaq 1x
• Surat annas 1x

Dengan niat shalat :

اصلى سنة لدفع البلاء اربع ركعات لله تعالى

Usholli sunnatan lidaf’il balaa arba’a roka’aatin lillahi ta’alaa
(saya niat shalat sunnah lidaf’il bala 4 rakaat karena Allah ta’ala).

setelah salam lalu membaca do’a ini:

بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا محمَّدٍ وَّ عَلَى ألهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقَوِيَّ وَيَا شَدِيْدَ الْمَحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جمِيْعَ خَلْقِكَ اكفنى من جميع خلقك يَا مُحِسِنُ يَا مُجْمِلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لآاِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ بِرَحْمًتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَاَخِيْه وَجَدِّه وَاَبِيْهِ وَاُمِّهِ وَبَنِيْهِ اكْفِنى شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَاكَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَادَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِا اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَ صَلَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّ عَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. آمين.

bismillahirrahmanirrahim, washollallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa’ala alihi washohbihi wasallam, allahumma ya syadiidul quwa wa ya syadiidul mihaali ya ‘aziizu dzalat li’izzatika jamii’u kholqika ikfinii min jamii’i kholqika yaa muhsini yaa mujmilu, ya mutafadhdhilu ya mun’imu ya mukrimu, ya man laa ilaaha ilaa anta birohmatika yaa rarhamarrohimiin. Allahumma bisirril hasani wa akhiihi wa jaddihi wa abiihi wa ummihi wa baniihi ikfinii syarro hadzal yaumi wamaa yanzilu fiihi yaa kaafiyal muhimmaati yaadaf’al baliyyati fasayakfiikahumullahi wahuwas samii’ul ‘aliim, wa hasbunallahu wa ni’mal wakiil walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim, washollallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa’ala alihi wa shohbihi wasallam, aamiin.

Shalat ini dilakukan semata mohon perlindungan dari Allah swt dan bukankah Allah swt berfirman:

وَ اسْتَعِيْنُوْا بِا الصَّبْرِ وَالصَّلَوةِ

Carilah pertolongan (Allah) dengan sabar dan shalat” (QS. Al-Baqarah: 45)

Ayat diatas diperkuat dengan hadirnya sunnah Rasulullah saw:

عن حذيفة رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلّى الله عليه وسلّم إذا حزبه أمر فزع إلى الصّلاة (رواه أحمد و أبو داود

Dari Hudzaifah ra berkata: “Apabila Rasulullah saw menemui suatu kesulitan, maka beliau segera menunaikan shalat” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Apalagi semua shalat –baik shalat wajib maupun shalat sunnah– merupakan sebuah ibadah yang ditekankan untuk dilakukan oleh setiap muslim. Rasulullah saw telah bersabda:

الصّلاة خير موضوع

Shalat adalah sebaik-baik amal yang ditetapkan (Allah untuk hamba-Nya)

2. Setelah shalat dan doa lalu membaca surat yasin 1x dan pada ayat ke 58, yakni
"SALAAMUN QAULAN MIN RABBIN RAHIM"

di ulang ulang sebanyak 313x, lalu setelah yasin membaca do’a ini:

اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تنجينا بها من جميع الا هوال والافات وتقضى لنا بها جميع الحا جات وتطهرنا بها من جميع السيئات وتر فعنا بها اعلى الدرجات وتبلغنا بها اقصى الغايات من جميع الخيرات فى الحيات وبعد الممات, اللهم اصرف عنا شرما ينزل من السماء وما يخرج من الارض انك على كل شئ قدير وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحيه وسلم والحمد لله رب العا لمين

Allahumma sholli ala sayyidina muhammadin sholaatan tunjiinaa bihaa min jamii’il ahwaali wal aafaat, wa taqdhi lanaa bihaa jamii’al haajaat, wa tuthohhirunaa bihaa min jamii’is sayyiaat wa tarfa’unaa bihaa a’lad darojaat watuballighunaa bihaa aqshol ghooyaat min jamii’il khoirooti fil hayyati wa ba’dal mamaat, allahummashrif ‘annaa syarromaa yanzilu minas samaai wamaa yakhruju minal ardhi innaka ‘ala kulli syai in qodiir, washollallahu ala sayyidina muhammadin wa ala alihi washohbihi wasallam wal hamdulillahirabbil ‘alamin.

3. Membaca syahadat 3x
4. Membaca istighfar 100x
5. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw 100x
6. Membaca Ya Allah 10x
7. Membaca ayat kursi 360x, yang dibaca boleh di angsur selama dalam waktu masuknya hari rabu terakhir bulan shafar, dimulai selasa ba’da asar sampai rabu ba’da asar, yang dimaksudkan setiap 1 ayat kursi yang dibaca untuk membentengi diri kita selama 1 hari. 1 tahun = 360 hari.
8. Membaca do’a dibawah ini, boleh dilakukan setelah shalat atau setelah mengkhatamkan bacaan ayat kursi, yakni:

بسم الله الرحمن الر حيم و صلى الله تعالى على سيدنا محمد وعلى اله و صحبه اجمعين, اعوذ بالله من شر هذا الزمان واهله, واعوذ بجلا لك وجلا ل وجهك و كمال جلال قدسك ان تجيرني ووالدي و اولادي واهلي واهبابي و ما تهيطه شفقة قلبي من شر هذه السنة, وقني شر ما قضيت فيها, واصرف عني شر شهر صفر, يا كريم الظر, واختم لي في هذا الشهر و الدهر بالسلا مة والعافية والسعادة, لي و لوالدي و اولادي ولاهلي و ما تحيطه شفقة قلبي وجميع المسلمين, وصلى الله تعالى على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه و سلم.

Bismillahirrahmanirrahim, wa shollallahu ta’aala ‘ala sayyidina muhammadin wa’ala alihi wa shohbihi ajma’iin, a’uudzu billahi min syarri hadzaz zamaani wa ahlihi, wa’uudzu bijalaalika wajalaali wajhika wakamaali jalaali qudsika an tujiironii wawalidayya wa awladii wa ahlii wa ahbaabii wamaa tuhiithuhu syafaqotu qolbii min syarri syahri shofar, yaa kariiman nazhor, wakhtim lii fii hadzash syahri waddahri bissalaamah wal’aafiyah wassa’aadah, lii waliwalidayya wa awladii wal ahlii wa maa tuhiithuhu syafaqotu qolbii wajamii’il muslimiin, washollalllahu ta’aala ala sayyidina muhammadin wa’ala alihi washohbihi wasallam.

Lalu dilanjutkan dengan membaca do’a ini:

بسم الله الرمحن الر حيم, اللهم صل على سيدنا محمد عبدك و نبيك و ر سولك النبي الامي وعلى اله وصحبه و سلم, اللهم اني اعوذبك من شر هذا الشهر, ومن كل شدة وبلاء وبلية قدرتها فيه, يا دهر, يا ما لك الدنيا والاخرة, يا عالما بما كان و ما يكون, ومن اذا اراد شيئا قال له كن فيكون, يا ازلي يا ابدي, يا مبدئ يا معيد, يا ذا الجلال والاكرام, يا ذا العرش المجيد, انت تفعل ما تريد, اللهم احرس بعينك نفسي و اهلي ومالي وولدي وديني ودنياي التي ابتليتني بصحبتها, بحرمة الابرار والاخيار, برحمتك يا عزيز يا غفار, يا كريم يا ستر, بر حمتك يا ارحم الراحمين, اللهم يا شديد القوى, ويا شديد المحال يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جمِيْعَ خَلْقِكَ اكفنى عن جميع خلقك يَا مُحِسِنُ يَا مجمل يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لآاِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ بِرَحْمًتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وصلى الله على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم اجمعين.

Bismillahirrahmanirrahiim, allahumma sholli ala sayyidina muhammadin ‘abdika wa nabiyyika wa rosuulikan nabiiyyil ummiyyi wa’ala alihi wabaarik wasallam, allahumma innii a’uudzubika min syarri hadzasy syahri, wa min kulli syiddatin wa balaain wa baliyyatin qoddartahaa fiihi, yaa dahru, yaa maalikad dunyaa wal aakhiroh, yaa ‘aaliman bimaa kaana wamaa yakuun, wa man idzaa arooda syaian lahu kum fayakuun, yaa azaliyyu yaa abadiyyu, yaa mubdi u yaa mu’iidu, yaa dzal jalaali wal ikroom, yaa dzal’arsyil majiid, anta taf’alu maa turiid, allahumahrus bi’ainika nafsii wa ahlii wamaalii wawaladii wa diinii wa dunyaayal latiib talaitanii bishuhbatihaa, bihurmatil abroori wal akhyaari, birohmatika yaa ‘aziizu yaa ghoffaar, yaa kariim yaa sattaar, birohmatika yaa arhamarrohimiin, allahumma ya syadiidul quwa wa ya syadiidul mihaali ya ‘aziizu dzalat li’izzatika jamii’u kholqika ikfinii min jamii’i kholqika yaa muhsini yaa mujammilu, ya mutafadhdhilu ya mun’imu ya mukrimu, ya man laa ilaaha ilaa anta birohmatika yaa rarhamarrohimiin, wa shollallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa’ala alihi washohbihi wasallam ajma’iin.

9. Bershodaqoh semampunya, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw,

بَكِرٌوْا بِا الصَّدَقَةِ فَإِنَّ الْبَلاَءَ لاَ يَتَخَطَّاهَا (رواه الطبراني

Segeralah bershadaqah, sebab bala’ bencana tidak akan melangkahinya” (HR. Thabrani)

Inilah amalan amalan yang dapat dilakukan dimalam atau di hari rabu terakhir bulan shofar, yang semua ulama terdahulu, orang tua kita, dan guru guru kita lakukan sejak turun temurun,,

Wallahu a’lam bishawab..

Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Group Majelis Nuurus-Sa'aadah : http://www.facebook.com/groups/160814570679672/
                                                                             
http://shulfialaydrus.wordpress.com/

http://shulfialaydrus.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar